Wednesday, May 4, 2016

Eternal Sunshine Of The Spotless Mind

pic from tumble | edited by me

Jadi beberapa hari yang lalu abis nonton Eternal Sunshine Of The Spotless Mind. Ini film udah lumayan lama sih, tahun 2004. Pemeran utamanya Jim Carey dan Kate Winslet, ditambah pemain-pemain pendukung yang nggak kalah kece kayak Kirsten Dunst, Mark Ruffalo dan Elijah Wood. Dulu tuh aku pernah nonton waktu jaman kuliah, tapi entah waktu itu aku lagi nggak fokus atau terlalu bego yaa, aku nggak ngerti jalan cerita film ini jadi nontonnya juga nggak tamat deh. Nah aku kadang memang suka ngulang lagi nih, film yang dulu pernah nonton tapi nggak mudeng. Siapa tahu sekarang ngerti. Voilaa~ kali ini aku nggak mengalami kesulitan apapun untuk mengerti apa yang film ini bahas. Dan betapa telatnya aku baru nyadar kalau ini film yang bagus banget!

Bercerita tentang Joel Barish (Jim Carey) yang mendapati kenyataan pahit kalau perempuan yang dia cintai, Clementine Kruczynski (Kate Winslet) menghapus semua ingatan tentang dirinya! Jadi Joel dateng ke tempat kerjanya Clementine, bawa kado valentine, terus Clementine menyapa dia layaknya orang asing aja gitu. Shock dan pastinya terpuruk banget dong si Joel ini. Belakangan baru dijelasin kalau hubungan mereka sebelumnya memang udah renggang dan mereka sering banget berantem even buat hal-hal kecil sekalipun. Lalu akhirnya Joel memutuskan untuk melakukan hal yang sama, yaitu menghapus Clementine dari ingatannya.

“What a loss to spend that much time with someone, only to find out that she’s a stranger.”


Sebentar, apaan sih maksudnya menghapus ingatan? Jadi di film ini tuh ada sebuah klinik milik Dr. Mierzwiak yang melayani penghapusan memori apapun yang ingin kita lupakan tapi susah. Jadi mereka memasang beberapa alat yang dihubungkan ke otak gitu. Aku nggak terlalu paham deh gimana kerjanya alat ini dan nggak tahu di dunia nyata beneran ada apa nggak asik banget kayaknya kalau beneran ada yang jelas memori kita tentang suatu hal yang nggak mau kita inget-inget lagi langsung hilang tak bersisa. Oke, balik ke film!


coba bayangin kamu dapet kartu kayak begini :(

Tapi ternyata nggak semudah itu proses penghapusan ingatan Joel akan Clementine. Lewat alam bawah sadarnya, Joel malah merasa kalau ternyata Clementine itu berarti banget buat dia. Dan kenangan-kenangan bersama Clementine itu tentu aja terlalu berharga untuk dihapus. Joel pun mulai berusaha untuk menghentikan proses penghapusan memorinya. Dan ini adegan paling menegangkan dan mengharukan sepanjang film ini. Nggak tegang kayak kita nonton film action atau misteri sih. Cuma aku kan anaknya gampang tersentuh oleh ketulusan dan keteguhan hati cowok di film romance yah, jadi aku ikut deg-degan aja gitu lihat Joel berjuang segitunya demi Clementine. Jadi ngebayangin pas Clementine menghapus Joel, dia juga ngerasain kayak gini nggak ya?

“I wish I had stayed too. Now I wish I had stayed. I wish I had done a lot of things. I wish I had... I wish I had stayed. I do.”

Kayaknya ini filmnya Jim Carey yang paling serius deh menurutku. I’m not a big fan of him jadi aku cuma tahu film-filmnya dia yang komedi aja, nggak tahu deh selain Eternal Sunshine Of The Spotless Mind ada lagi nggak yang serius. Disini kadang Jim Carey masih konyol juga sih, tapi nggak sebanyak di film-filmnya yang lain. Cukup kaget juga lihat Jim Carey meranin Joel Barish yang hidupnya lebih banyak datar dan nggak terlalu menarik. Dan aku suka, chemistry antara dia dan Kate Winslet kerasa banget disini. Mereka sukses banget bawain karakter Joel si kalem yang hidupnya datar-datar aja dan Clementine yang impulsif dan hobi gonta-ganti warna rambut dengan warna-warna yang eye-catching itu. Oh ya aku sempat nggak ngeh yang jadi Stan (asistennya Dr. Mierzwiak) itu Mark Ruffalo, abis kelihatan jauh lebih muda sih :p

 photo tumblr_nzjaphRrGE1uz7kpfo1_500_zpsyrf8ohwo.gif

Pelajaran yang aku ambil dari film ini... agak spoiler nih, dua orang yang memang ditakdirkan bersama, pasti akan menemukan jalan untuk bersama walaupun ingatan tentang masing-masing udah dihapus. Intinya kalau jodoh ya nggak kemana. Mau terpisah sejauh apapun juga, pasti ketemu lagi. Dan mungkin kita perlu mengenal sisi jelek pasangan kita, sejelek atau semenyebalkan apapun itu, untuk bisa tahu betapa berartinya dia buat kita. Duh, aku suka banget film yang setelah selesai, bikin aku kepikiran kayak gini hahaha.



all pictures credit from tumblr

Oh ya, buat yang nggak suka film dengan alur maju-mundur atau film drama dengan tambahan beberapa hal nggak masuk akal, mungkin bakal mikir “apaan sih ini?” kali ya. Tapi ini film romance wajib tonton banget menurutku. Dan soundtracknya juga collectable banget, asik buat jadi temen pas nulis :D

“We met at the wrong time. That’s what I keep telling myself anyway. Maybe one day years from now, we’ll meet in a coffee shop in a faraway city somewhere and we could give it another shot.”

Love,
Eya 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...